RSS

Menghafal Nama-Nama Surah Al-Qur’an Dengan Mudah dan Menyenangkan

24 Mar

tadabbur-al-quran

Untuk lebih meningkatkan motivasi kita semua agar mampu menghapal seluruh isi Al-Qur’an, maka GoBlog mempublikasikan satu cara yang menyenangkan untuk menghapal nama-nama surah dalam Al-Qur’an sejak tahun 2006. Metode tersebut kembali dipublikasikan pada media pesan instan seperti WhatsApp dan Blackberry Messenger.

Salah satu metode menghapal yang cukup efektif adalah dengan membuat cerita dari urutan surah, sehingga kita mudah mengingatnya. Kita harus membaca cerita-cerita yang telah disediakan, kemudian memperhatikan kata-kata yang berhuruf besar. Kata-kata tersebut adalah nama-nama surat dalam Al-Qur’an. Setelah menghapalkan cerita berurut di bawah ini, kita menuliskan kata-kata tersebut secara berurut. Maka akan kita dapatkan nama surat dan nomor urutnya.

Menghafal nama-nama surat dengan metoda cerita sebenarnya terinspirasi dari metoda Quantum Learning. Prinsipnya bagaimana belajar itu mudah dan menyenangkan. Metoda berikut ini merupakan salah satu pensikapan dinamis dan unik. Bisa dinikmati manfaatnya bagi setiap muslim yang ingin lebih akrab ber-mu’ayasyah ma’l qur’an dari sisi nama-nama surahnya yang berjumlah 114 surah.

Dalam metoda cerita ini pendekatannya melalui arti atau terjemah dari nama surah yang berbahasa Arab. Yang perlu diperhatikan di sini adalah bukan kebenaran ceritanya tetapi bagaimana anda bisa menghafal dan mengingat nama-nama surah dalam Al-Qur’an dengan mudah, karena cerita ini bersifat imajinatif bukan hakiki. Cerita berikut dibuat bersifat penggalan-penggalan (per sepuluh surah kecuali surah yang ke-91 – 99 dan ke-100 sampai terakhir). Hal ini akan membantu anda mempermudah dalam menghafal dan mengingat kembali nama-nama Surah dalam Al-Qur’an.

Ingat yang dihafal bukan ceritanya tetapi alur cerita nama-nama surah Al-Qur’an (dalam terjemah) yang tertulis dengan huruf tebal dan kapital.

Bila anda lupa dengan nama surah tertentu, misalnya saja anda lupa dengan nama Surah ke-13, maka langsung saja anda mengingat-ingat alur cerita tersebut. Dimulai dari urutan surah yang ke-11, yaitu HUD, maka anda akan teringat bahwa HUD dan YUSUF disambar PETIR. Secara otomatis dalam hitungan menit atau bahkan detik, anda akan dengan cepat mengingatnya kembali bahwa surat yang ke-13 adalah Surah PETIR (yang Bahasa Arabnya AR RA’D).

Berikut ini teknis dan cara menghafal nama-nama surah dengan metoda cerita yang dibagi dalam 11 bagian (cerita) agar memudahkan kita dalam penguasaan maksimal dan cepat.

  • Cerita I; (Surah 1 – 10)
    Aku membaca Al-Qur’an dimulai dengan AL-FATIHAH. Kebetulan waktu itu tetanggaku sedang memotong SAPI BETINA untuk KELUARGA IMRAN yang punya anak wanita bernama AN NISA. Ia lapar makan HIDANGAN, sisanya ia berikan untuk BINATANG TERNAK yang berkandang di TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI, di sana dibagikan HARTA RAMPASAN PERANG yang dilakukan setelah TAUBAT seperti taubatnya YUNUS.
  • No. Kronologi Cerita (Nama Surah):
    1. AL-FATIHAH/PEMBUKAAN (AL-FATIHAH)
    2. SAPI BETINA (AL-BAQOROH)
    3. KELUARGA IMRAN (ALI IMRON)
    4. AN-NISA/WANITA (AN-NISA)
    5. HIDANGAN (AL-MAIDAH)
    6. BINATANG TERNAK (AL-AN‘AM)
    7. TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI (AL-A’ROF)
    8. HARTA RAMPASAN PERANG (AL-ANFAL)
    9. TAUBAT (AT-TAUBAH)
    10. YUNUS (YUNUS)
  • Cerita II; (Surah 11 – 20)
    HUD dan YUSUF melihat PETIR. Sementara itu IBRAHIM sedang berada di PEGUNUNGAN HIJR. Ia mencari LEBAH untuk kemudian memulai PERJALANAN MALAM menuju GUA tempat bersembunyinya MARYAM dan TOHA.
  • No. Kronologi Cerita (Nama Surah):
    11. HUD (HUD)
    12. YUSUF (YUSUF)
    13. PETIR (AR-RA’D)
    14. IBRAHIM (IBRAHIM)
    15. PEGUNUNGAN HIJR (AL-HIJR)
    16. LEBAH (AN-NAHL)
    17. PERJALANAN MALAM (AL-ISRO)
    18. GUA (AL-KAHFI)
    19. MARYAM (MARYAM)
    20. TOHA (TOHA)
  • Cerita III; (Surah 21 – 30)
    PARA NABI pergi HAJI diikuti oleh ORANG-ORANG BERIMAN berpakain putih-putih sehingga laksana CAHAYA yang menjadi PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL seperti ceritanya PARA PENYAIR tentang SEMUT dalam buku KISAH-KISAH dan juga diceritakan tentang LABA-LABA yang menyerang BANGSA ROMAWI.
  • No. Kronologi Cerita (Nama Surah):
    21. PARA NABI (AL-ANBIYA)
    22. HAJI (AL-HAJJ)
    23. ORANG-ORANG BERIMAN (AL-MU’MINUN)
    24. CAHAYA (AN-NUR)
    25. PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL (AL-FURQON)
    26. PARA PENYAIR (ASY-SYU‘ARO)
    27. SEMUT (AN-NAML)
    28. KISAH-KISAH (AL-QOSHOSH)
    29. LABA-LABA (AL-‘ANKABUT)
    30. BANGSA ROMAWI (AR-RUM)
  • Cerita IV; (Surah 31 – 40)
    LUKMAN tidak ber-SUJUD di kaki GOLONGAN YANG BERSEKUTU dengan KAUM SABA’ yang tidak beriman kepada Yang Maha PENCIPTA. Sementara itu YASIN menyiapkan orang YANG BERSHAF-SHAF membentuk huruf SHOD dengan ROMBONGAN-ROMBONGAN untuk memohon kepada YANG MAHA PENGAMPUN dari kesalahan.
  • No. Kronologi Cerita (Nama Surah):
    31. LUKMAN (LUQMAN)
    32. SUJUD (AS-SAJDAH)
    33. GOLONGAN YANG BERSEKUTU (AL-AHZAB)
    34. KAUM SABA’ (SABA’)
    35. PENCIPTA (FATHIR)
    36. YASIN (YASIN)
    37. YANG BERSHAF-SHAF (ASH-SHOOFFAT)
    38. SHOD (SHOD)
    39. ROMBONGAN-ROMBONGAN (AZ-ZUMAR)
    40. YANG MAHA PENGAMPUN (GHOFIR)
  • Cerita V; (Surah 41 – 50)
    YANG DIJELASKAN dalam MUSYAWARAH itu adalah tentang PERHIASAN bukan tentang KABUT yang membawa orang YANG BERLUTUT di BUKIT-BUKIT PASIR saat MUHAMMAD mendapat KEMENANGAN ditandai dengan KAMAR-KAMAR bertuliskan huruf QOF.
  • No. Kronologi Cerita (Nama Surah):
    41. YANG DIJELASKAN (FUSHSHILAT)
    42. MUSYAWARAH (ASY-SYURA)
    43. PERHIASAN (AZ-ZUKHRUF)
    44. KABUT (AD-DUKHAN)
    45. YANG BERLUTUT (AL-JATSIYAH)
    46. BUKIT-BUKIT PASIR (AL-AHQOF)
    47. MUHAMMAD (MUHAMMAD)
    48. KEMENANGAN (AL-FATH)
    49. KAMAR-KAMAR (AL-HUJURAT)
    50. QOF (QOF)
  • Cerita VI; (Surah 51 – 60)
    ANGIN YANG MENERBANGKAN menghembus ke BUKIT saat BINTANG dan BULAN bersinar sebagai bukti kuasa YANG MAHA PEMURAH yang akan mendatangkan HARI KIAMAT, menghancurkan BESI pada saat WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN mengalami PENGUSIRAN sebagaimana menimpa PEREMPUAN YANG DIUJI.
  • No. Kronologi Cerita (Nama Surah):
    51. ANGIN YANG MENERBANGKAN (ADZ-DZARIYAT)
    52. BUKIT (ATH-THUR)
    53. BINTANG (AN-NAJM)
    54. BULAN (AL-QOMAR)
    55. YANG MAHA PEMURAH (AR-RAHMAN)
    56. HARI KIAMAT (AL-WAQI‘AH)
    57. BESI (AL-HADID)
    58. WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN (AL-MUJADILAH)
    59. PENGUSIRAN (AL-HASYR)
    60. PEREMPUAN YANG DIUJI (AL-MUMTAHANAH)
  • Cerita VII; (Surah 61 – 70)
    BARISAN orang beriman pada HARI JUM’AT berbeda dengan ORANG–ORANG MUNAFIK saat HARI DITAMPAKKAN KESALAHAN-KESALAHAN orang yang suka men-TALAK dalam pernikahan dan Allah MENGHARAMKAN pelimpahan KERAJAAN secara tertulis dengan PENA pada HARI KIAMAT yang tidak ada lagi TEMPAT-TEMPAT NAIK bagi amal sholih.
  • No. Kronologi Cerita (Nama Surah):
    61. BARISAN (ASH-SHOF)
    62. HARI JUM’AT (AL-JUMU’AH)
    63. ORANG-ORANG MUNAFIK (AL-MUNAFIQUN)
    64. HARI DITAMPAKKAN KESALAHAN-KESALAHAN (AL-TAGHOBUN)
    65. TALAK (ATH-THOLAQ)
    66. MENGHARAMKAN (AT-TAHRIM)
    67. KERAJAAN (AL-MULK)
    68. PENA (AL-QOLAM)
    69. HARI KIAMAT (AL-HAAQQAH)
    70. TEMPAT-TEMPAT NAIK (AL-MA’ARIJ)
  • Cerita VIII; (Surah 71 – 80)
    NUH diganggu JIN di saat ORANG YANG BERSELIMUT dan ORANG YANG BERKEMUL tertidur pulas tidak menyadari datangnya KIAMAT ketika MANUSIA didatangkan MALAIKAT YANG DIUTUS menyampaikan BERITA BESAR tentang kematian yang dibawa MALAIKAT-MALAIKAT YANG MENCABUT nyawa sedangkan IA BERMUKA MASAM.
  • No. Kronologi Cerita (Nama Surah):
    71. NUH (NUH)
    72. JIN (AL-JINN)
    73. ORANG YANG BERSELIMUT (AL-MUZAMMIL)
    74. ORANG YANG BERKEMUL (AL-MUDATSTSIR)
    75. KIAMAT (AL-QIYAMAH)
    76. MANUSIA (AL-INSAN)
    77. MALAIKAT YANG DIUTUS (AL-MURSALAT)
    78. BERITA BESAR (AN-NABA’)
    79. MALAIKAT-MALAIKAT YANG MENCABUT (AN-NAZI‘AT)
    80. IA BERMUKA MASAM (‘ABASA)
  • Cerita IX; (Surah 81 – 90)
    Gempa MENGGULUNG bumi hingga TERBELAH dan ORANG-ORANG YANG CURANG pun ikut TERBELAH hancur lebur menjadi GUGUSAN BINTANG, di antaranya bintang YANG DATANG DI MALAM HARI atas kuasa YANG PALING TINGGI pada HARI PEMBALASAN tidak akan muncul FAJAR di NEGERI manapun.
  • No. Kronologi Cerita (Nama Surah):
    81. MENGGULUNG (AT-TAKWIR)
    82. TERBELAH (AL-INFITHOR)
    83. ORANG-ORANG YANG CURANG (AL-MUTHOFFIFIN)
    84. TERBELAH (AL-INSYIQOQ)
    85. GUGUSAN BINTANG (AL-BURUJ)
    86. YANG DATANG DI MALAM HARI (ATH-THORIQ)
    87. YANG PALING TINGGI (AL-A‘LA)
    88. HARI PEMBALASAN (AL-GHOSYIYAH)
    89. FAJAR (AL-FAJR)
    90. NEGERI (AL-BALAD)
  • Cerita X; (Surah 91 – 100)
    MATAHARI tenggelam saat MALAM tiba hingga datang WAKTU DHUHA. Allah MELAPANGKAN rizki dan menumbuhkan BUAH TIN untuk manusia yang berasal dari SEGUMPAL DARAH tanpa KEMULIAAN sedikit pun sebagai BUKTI akan terjadi KEGONCANGAN dunia.
  • No. Kronologi Cerita (Nama Surah):
    91. MATAHARI (ASY-SYAMS)
    92. MALAM (AL-LAIL)
    93. WAKTU DHUHA (ADH-DHUHA)
    94. MELAPANGKAN (AL-INSYIROH)
    95. BUAH TIN (AT-TIN)
    96. SEGUMPAL DARAH (AL-‘ALAQ)
    97. KEMULIAAN (AL-QODR)
    98. BUKTI (AL-BAYYINAH)
    99. KEGONCANGAN (AZ-ZALZALAH)
  • Cerita XI ; (Surah 100 – 114)
    KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG pada HARI KIAMAT tidak lagi untuk BERMEGAH-MEGAHAN dimana pada MASA itu si PENGUMPAT diinjak-injak GAJAH milik SUKU QURAISY tanpa menyisakan BARANG-BARANG YANG BERGUNA sedikit pun, apalagi NI’MAT YANG BANYAK semuanya pergi dari ORANG-ORANG KAFIR tanpa mendapat PERTOLONGAN dari GEJOLAK API yang membakar karena tidak MEMURNIKAN KEESAAN ALLAH yang sejak WAKTU SUBUH semua MANUSIA telah melaksanakannya.
  • No. Kronologi Cerita (Nama Surah):
    100. KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG (AL-’ADIYAT)
    101. HARI KIAMAT (AL-QORI‘AH)
    102. BERMEGAH-MEGAHAN (AT-TAKATSUR)
    103. MASA (AL-‘ASHR)
    104. PENGUMPAT (AL-HUMAZAH)
    105. GAJAH (AL-FIIL)
    106. SUKU QURAISY (QURAISY)
    107. BARANG-BARANG YANG BERGUNA (AL-MA‘UN)
    108. KAUTSAR (AL-KAUTSAR)
    109. ORANG-ORANG KAFIR (AL-KAFIRUN)
    110. PERTOLONGAN (AN-NASHR)
    111. GEJOLAK API (AL-LAHAB)
    112. MEMURNIKAN KEESAAN ALLAH (AL-IKHLASH)
    113. WAKTU SUBUH (AL-FALAQ)
    114. MANUSIA (AN-NAS)

Semoga bermanfaat. Setidaknya mungkin cocok untuk diterapkan dalam dunia pendidikan anak usia dini yang mana anak lebih senang dan membekas ketika dibawa ke dunianya dengan bercerita.

Ditulis oleh Syahid AbdulQodir Thohir – guru tahsin-tahfidh di LTQ Al-Hikmah dan SMP SMART Ekselensia Indonesia (DD Republika).

Referensi:
https://goblog.wordpress.com
http://www.arrahmah.com
http://stiba-malang.ac.id
Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on March 24, 2015 in luasnya ilmu

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: