RSS

Wisata Alam – Merapi Lava Tour

30 Jan

XMG_4920Indonesia dikenal sebagai zona “ring of fire”, dimana dari ujung Barat hingga Timur terbentang sederetan gunung berapi yang masih aktif, salah satunya adalah Gunung Merapi yang terletak di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. G. Merapi merupakan salah satu gunung api yang paling aktif di Indonesia dengan ketinggian sekitar 2.965 m dpl (di atas permukaan laut) serta menjadi obyek dan tempat penelitian karena menyimpan banyak sejarah dan informasi yang harus senantiasa di-update untuk mengetahui pola perilakunya agar dapat diperkirakan apa yang akan terjadi berikutnya. Selain menyimpan potensi bahaya, keberadaan G. Merapi juga membawa berkah hidup dan kehidupan bagi penduduk di sekitarnya dengan ketersediaan area pertanian yang amat subur serta sumber daya alam berupa tambang pasir dan batu yang tidak ada habis-habisnya.

Erupsi G. Merapi pada tahun 2006 dan 2010 telah merubah wajah di sekitar lerengnya, terutama pada arah barat hingga tenggara. Kaliadem misalnya, yang dulunya merupakan daerah yang perkemahan hijau dengan hamparan tanah yang sangat luas beserta segala fasilitas umum yang ada, sekarang telah tertimbun material lahar G. Merapi berupa pasir hingga bongkah batu berukuran besar.

Beberapa tahun kemudian, setelah dimulainya proses renovasi dan relokasi, maka pemerintah DIY dan masyarakat setempat melakukan pembenahan untuk menjadikan kawasan Merapi memiliki nilai ekonomis dari aspek pariwisata. Pembenahan dilakukan dengan menjadikan lokasi bekas bencana erupsi sebagai tempat wisata. Selain itu juga disediakan kendaraan-kendaraan sewa melalui jalur-jalur yang dibuat untuk menghubungkan masing-masing titik lokasi. Kendaraan yang digunakan pun harus memiliki spesifikasi khusus untuk menyesuaikan dengan medan yang ditempuh, biasanya terdiri dari kendaraan offroad seperti mobil jeep atau motor trail. Model wisata inilah yang kemudian dikenal dengan istilah Merapi Lava Tour.

Dalam rangka meningkatkan taraf hidup atau perekonomian warga sekitar, maka dibentuklah semacam paguyuban untuk mengelola kawasan Merapi secara terorganisir dengan aturan-aturan dan standarisasi harga layanan, dimana warga bisa menyediakan atau menyewakan kendaraan, membuka warung, museum mini atau menyediakan penginapan yang layak.

Beberapa titik lokasi wisata yang biasanya dijadikan simpul-simpul penghubung rute Merapi Lava Tour jalur/rute pendek dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam, meliputi:

1. Basecamp.

Basecamp merupakan titik-titik pintu masuk ke area wisata seputaran lereng Merapi sebelah Selatan, misalnya di Tlogo Putri, Kaliurang atau Cangkringan. Masing-masing basecamp dikelola oleh pemilik atau paguyuban yang berbeda. Pada lokasi ini, kendaraan yang akan dipakai diparkir sedemikian rupa, sehingga penyewa tinggal memilih kendaraan yang dikehendaki ataupun melalui sistem on-call dimana pengunjung hanya menghubunginya melalui telepon dan kendaraan beserta pemandu/sopirnya akan datang menghampiri. Misal di Tlogo Putri yang cukup ramai pengunjung dengan beberapa pilihan lokasi wisata seperti air terjun, goa jepang, dll.

_MG_4873

Foto 1. Lokasi Air Terjun Muncar sebagai salah satu lokasi wisata di kawasan Tlogo Putri .

2. Kali Opak.

Kali atau Sungai Opak merupakan salah satu sungai yang berhulu di lereng G. Merapi sebelah Selatan dan dilewati aliran lahar dingin sesudah erupsi yang mengakibatkan terputusnya jalan penghubung antara Desa Umbulharjo dengan Desa Kepuharjo. Bagi yang suka dengan tantangan, biasanya memilih jalur semi ekstrim dengan menyeberangi atau melalui tengah Kali Opak yang hanya bisa dilalui dengan kendaraan offroad seperti mobil jeep dan motor trail.

_MG_4881

Foto 2. Pemberhentian di atas jembatan Kali Opak dengan latar belakang G. Merapi.

3. Dusun Petung.

Dusun Petung dulunya adalah perkampungan padat penduduk yang masuk wilayah Desa Kepuharjo dan terletak di antara dua sungai, yaitu S. Opak dan S. Gendol yang dilalui aliran lahar dingin Merapi pada erupsi tahun 2010. Setelah adanya bencana erupsi, dusun tersebut hancur luluh lantak oleh lahar maupun awan panas yang menyapu bersih segala sesuatu yang dilewatinya, sehingga tinggal menyisakan puing-puing bekas rumah penduduk. Di sini terdapat museum mini berupa rumah penduduk beserta perabotan dan benda-benda lain yang tersisa, termasuk hewan ternak, meskipun sudah tidak berbentuk karena hancur, meleleh atau tinggal kerangka akibat terjangan awan panas.

_MG_4892

Foto 3. Museum Mini Dusun Petung.

_MG_4909

Foto 4. Bangunan beserta benda-benda sisa terjangan awan panas.

4. Dusun Jambu.

Dusun Jambu bersebelahan dengan Dusun Petung dimana saat terjadi erupsi Merapi tahun 2010 dilalui oleh lahar panas yang membawa material pasir maupun batu-batu berukuran kecil hingga bongkah besar, sehingga rata dengan tanah dan menjadikan area yang relatif gersang.

5. Batu Alien.

Batu Alien adalah batu berukuran besar dengan bentuk unik seperti wajah manusia yang memiliki mata, hidung, telinga dan mulut. Batu tersebut terletak di pinggir Kali Gendol. Kata alien berasal dari alihan yang berarti pindahan, atau dengan kata lain disebut batu alien karena batu tersebut berasal dari puncak G. Merapi yang berpindah terbawa aliran lahar dingin S. Gendol.

_MG_4923

Foto 5. Batu Alien di pinggir Kali Gendol.

6. Kali Gendol.

Kali Gendol merupakan sungai utama yang dilalui material vulkanik berupa lahar panas ketika terjadi erupsi, kurang lebih sejauh 14 kilometer yang mengakibatkan kehancuran dan tertutupnya dusun-dusun di bawah Dusun Jambu dan Kaliadem dengan jumlah korban jiwa cukup banyak. Dasar Kali Gendol yang semula relatif dangkal, saat ini menjadi sangat dalam dan penuh dengan hiruk pikuk penambangan pasir dan batu yang tidak henti.

_MG_4931

Foto 6. Kenampakan dasar Kali Gendol yang relatif dalam.

7. Dusun Kaliadem.

Dusun Kaliadem tertutup oleh material vulkanik Merapi berupa batu-batu besar dan pasir. Pada saat terjadi erupsi Merapi tahun 2010 Kaliadem kembali terkena Erupsi sehingga mengakibatkan terkuburnya Dusun Kaliadem sehingga yang kelihatan tinggal hamparan pasir dan batu batu besar. Dari Kaliadem, pengunjung bisa melihat banyak fenomena yang merupakan sisa dari hasil erupsi merapi tahun 2010, seperti bungker yang sebelumnya tertutup material vulkanik setebal kurang lebih 3 meter atau juga sambil menikmati keindahan puncak Merapi dari arah Selatan serta hamparan kota-kota di sekitar Jogja.

_MG_4933

Foto 7. Bangunan bungker di Dusun Kaliadem yang sempat tertimbun dan memakan korban 2 orang relawan.

_MG_4948

Foto 8. Dari Dusun Kaliadem ke arah Selatan sejauh mata memandang berlatar perbukitan Selatan (Gunung Kidul).

Lokasi Dusun Kaliadem merupakan tempat tertinggi dari jalur/rute pendek wisata lava tour yang dapat dilalui oleh kendaraan jeep. Lokasi ini berjarak kurang lebih 3 km dari pundak G. Merapi, sehingga pada kondisi cerah tanpa awan atau kabut, pengunjung dapat menyaksikan puncak Merapi yang mengeluarkan asap putih beserta tekstur detailnya yang terdiri dari bongkah-bongkah batu panas membara.

_MG_4955

Foto 9. Panorama puncak G. Merapi sisi Selatan dari Dusun Kaliadem.

8. Kembali ke basecamp melalui jalur lain.

Dengan melewati jalur dengan kondisi jalan aspal yang relatif sempit tetapi kondisinya cukup bagus, kita disuguhkan dengan beberapa lokasi bekas bencana erupsi Merapi yang kini mulai menggeliat kembali diramaikan oleh aktivitas warga. Selain itu, kita juga bisa melihat beberapa lokasi rumah sederhana yang menjadi tempat relokasi warga yang desa atau tempat tinggalnya sudah tidak memungkinkan untuk dihuni kembali.

Untuk Merapi Lava Tour dengan jalur yang lebih lama, maka pengunjung akan diajak lebih jauh menyusur lereng Merapi sisi Selatan ke arah Timur dengan melewati beberapa lokasi antara lain: Gardu Pandang Kopeng, Batu Gajah Kepuharjo, Makam Mbah Maridjan, Air Panas Cangkringan, Hunian Sementara Korban Merapi, Makam Massal Korban Merapi atau tempat-tempat lain yang memiliki keterkaitan langsung dengan bencana Merapi tahun 2006 dan 2010. Selain itu, ada juga paket lain yang ditawarkan, yaitu paket sunrise (pagi hari) dan paket sunset (sore/malam hari). Silakan dipilih sesuai ketersediaan waktu yang ada karena soal tarif relatif terjangkau.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on January 30, 2015 in indahnya dunia

 

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: