RSS

Dasar-dasar Eksplorasi

25 Nov

explorasi1Sebagai suatu industri yang padat modal, padat teknologi, dan padat sumberdaya, serta mengandung resiko yang tinggi, maka industri pertambangan menjadi hal yang sangat unik dan membutuhkan usaha yang lebih untuk dapat menghasilkan sesuatu yang positif dan menguntungkan. Banyaknya disiplin ilmu dan teknologi yang terlibat di dalam industri ini mulai dari geologi, eksplorasi, pertambangan, metalurgi, mekanik dan elektrik, lingkungan, ekonomi, hukum, manajemen, keuangan, sosial budaya dan komunikasi, sehingga menjadikan industri ini cukup kompleks.

Dalam usaha pemanfaatan sumberdaya mineral/bahan galian untuk kesejahteraan masyarakat dan pengembangan suatu daerah, diperlukan suatu usaha pertambangan. Industri Pertambangan merupakan salah satu industri yang mempunyai resiko yang tinggi (high risk). Agar usaha pertambangan tersebut dapat berjalan dan memperoleh keuntungan, maka potensi sumberdaya mineral/bahan galian yang ada harus diketahui dengan pasti. Begitu juga terhadap resiko yang ada, yang dapat dirinci sebagai resiko geologi, resiko ekonomi-teknologi dan resiko lingkungan, harus dihilangkan atau paling tidak diperkecil. Karena yang menjadi dasar dalam perencanaan aktivitas pada industri pertambangan adalah tingkat kepastian dari penyebaran endapan, geometri badan bijih (endapan), jumlah cadangan, serta kualitas, maka peranan ilmu eksplorasi menjadi hal yang sangat penting sebagai awal dari seluruh rangkaian perkerjaan dalam industri pertambangan.

Dalam usaha untuk mengetahui potensi sumberdaya mineral/bahan galian yang ada serta mengidentifikasi kendala alami maupun kendala lingkungan yang mungkin ada, maka perlu dilakukan eksplorasi terlebih dulu. Jadi kegiatan eksplorasi merupakan suatu kegiatan penting yang harus dilakukan sebelum suatu usaha pertambangan dilaksanakan. Hasil dari kegiatan eksplorasi tersebut harus dapat memberikan informasi yang lengkap dan akurat mengenai sumberdaya mineral/bahan galian maupun kondisi-kondisi geologi yang ada, agar studi kelayakan untuk pembukaan usaha pertambangan yang dimaksud dapat dilakukan dengan teliti dan benar (akurat).

Agar kegiatan eksplorasi dapat terencana, terprogram, dan efisien, maka dibutuhkan pengelolaan kegiatan eksplorasi yang baik dan terstruktur. Untuk itu dibutuhkan pemahaman konsep eksplorasi yang tepat dan terarah oleh para pelaku kegiatan eksplorasi, khususnya yang meliputi disiplin ilmu geologi dan eksplorasi tambang. Kalau kegiatan eksplorasi menjanjikan adanya suatu harapan bagi pelaku bisnis pertambangan, barulah kegiatan industri pertambangan dapat dilaksanakan. Kegiatan eksplorasi dilakukan karena ada tujuan (goal) yang diharapkan oleh badan/pihak perencana eksplorasi tersebut.

Kegiatan eksplorasi mineral/bahan galian terutama bertujuan untuk memperkecil atau mengurangi resiko geologi. Kegiatan eksplorasi harus dapat menjawab beberapa pertanyaan, yaitu:

  1. Apa (mineral/bahan galian) yang dicari ?
  2. Dimana (mineral/bahan galian) tersebut terdapat ? Baik secara geografis maupun letak/posisinya terhadap permukaan bumi, misalnya di atas permukaan bumi, di bawah permukaan bumi, dangkal/dalam atau di bawah air.
  3. Berapa sumberdaya/cadangannya, bagaimana kadar, penyebaran dan kondisinya ?
  4. Bagaimana kondisi lingkungannya, seperti karakteristik geoteknik dan hidrogeologi ?

Dalam pelaksanaannya, kegiatan eksplorasi memanfaatkan sifat-sifat fisika dan kimia batuan, tanah, unsur dan mineral/bahan galian yang ada, seperti sifat kemagnetan, kerapatan (density), kelistrikan, keradioaktifan, distribusi dan mobilitas unsur, serta memanfaatkan teknologi yang tersedia seperti metode magnetik, seismik dan gaya berat, elektrik (resistivity, self potential, induce polarisation, magneto-telluric, mess a la mase), radioaktif dan metode geokimia (geobotani dan hidrokimia).

Metode-metode tersebut (metode tak langsung) terutama diterapkan pada ekplorasi tahap awal, dimana daerah cakupannya sangat luas dan waktu maupun biaya yang tersedia cukup terbatas. Kadang-kadang juga dilakukan survei langsung untuk sampling awal (grab sampling, chip sampling, stream sediment sampling, dll.).

Sedangkan pada tahap lanjutan atau detail, diterapkan metode langsung, yaitu dengan cara survei langsung mulai dari pemetaan, pembuatan parit uji dan sumur uji dan pemboran, yang  dilengkapi dengan pengambilan conto secara sistematik pada badan bijih/cebakan bahan galian yang bersangkutan. Conto-conto tersebut lalu dianalisis secara kimia di laboratorium untuk mengetahui kadar atau kualitasnya, yang selanjutnya data tersebut digunakan dalam perhitungan potensi atau cadangan.

Hasil dari setiap tahapan eksplorasi dipakai untuk mengambil keputusan apakah pekerjaan eksplorasi tersebut diteruskan ke tahap yang lebih lanjut (daerah prospek ditemukan) atau tidak dilanjutkan (tidak ada indikasi daerah prospek). Dengan demikian resiko kerugian yang besar dalam melakukan eksplorasi dapat dihindari, hanya kalau hasilnya menjanjikan, dalam hal ini terdapat suatu harapan yang besar akan ditemukannya cadangan yang dapat ditambang (mineable-bankable-economic), maka kegiatan eksplorasi dilanjutkan ke tahap yang lebih detail.

Dalam mempelajari, merencanakan, dan melaksanakan eksplorasi banyak bidang ilmu dan teknologi yang terlibat yang harus dimengerti dan dikuasai oleh seorang insinyur eksplorasi, antara lain: geologi (tektonik-petrologi-struktur-stratigrafi), analisis mineralogi secara mikroskopi maupun dengan bantuan alat-alat elektronik, statistik, pemetaan, pemboran, sampling, perhitungan cadangan, geostatistik, pemodelan dengan bantuan software, manajemen, sistem informasi geografis, sampai pada analisis keekonomiannya.

Selain menguasai konsep eksplorasi, seorang geologis juga harus mampu menerapkan teknologi eksplorasi yang tersedia secara langsung di lapangan, misalnya melakukan pengukuran geofisika dan interprestasinya, survei geokimia dan interprestasinya, survei pengukuran geodetik, pemboran, sampling dan penanganan conto, serta tentu saja kemampuan dalam mengintegrasikan dan menginterprestasikan data hasil kegiatan eksplorasi, sehingga hasilnya dapat digunakan untuk melakukan studi kelayakan tambang. (rmd-25112013)

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on November 25, 2013 in luasnya ilmu

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: