RSS

Aku Seorang Geologis

26 Apr

Sepertinya layak bagiku untuk bercerita tentang petualangan seorang geologis. Secara etimologis, “geologi” berasal dari bahasa Yunani yaitu “geo” yang artinya bumi dan “logos” yang artinya ilmu. Jadi, “geologi” adalah ilmu yang mempelajari bumi. Sedangkan, secara umum, “geologi” adalah ilmu yang mempelajari planet bumi, termasuk komposisi, pembentukan dan sejarahnya. Karena bumi tersusun oleh batuan, pengetahuan mengenai komposisi, pembentukan dan sejarahnya merupakan hal utama dalam memahami sejarah bumi. Dengan kata lain batuan merupakan objek utama yang dipelajari dalam geologi, sehingga geologi juga mempelajari sejarah perkembangan bumi serta mahluk yang pernah ada dan hidup di permukaan bumi. Ruang lingkup pembelajaran geologi yaitu litosfer yang merupakan lapisan batuan penyusun bumi dari permukaan sampai inti bumi. Geologi juga mempelajari benda-benda luar angkasa dan bukan tak mugkin suatu saat nanti kita dapat mengetahui keadaan geologi bulan misalnya.

Aplikasinya di lapangan, geologi bukanlah ilmu yang ‘saklek’, artinya bisa berkembang mengikuti penemuan-penemuan atau konsep-konsep baru tentang teori kebumian. Selain itu, perkembangannya juga tergantung dari instinct dan daya interpretasi masing-masing person dalam melihat dan menganalisa data yang ada. Kesimpulan dari suatu hasil analisa atau interpretasi seorang geologis dengan geologis yang lain bisa dan sangat mungkin berbeda. Apalagi terhadap objek atau sesuatu yang tidak kasat mata, misal di dalam perut bumi. Karena menyangkut barang yang tidak kelihatan, maka dalam prosesnya, baik pengambilan data maupun analisa dan interpretasinya diperlukan alat bantu perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software).

Sebagai ilmu dasar, geologi memiliki peran yang sangat strategis terutama dalam hal pengambilan data lapangan. Nah, sebagai geologis , ibarat ujung tombak, posisi strategis ini menjadi amanah yang cukup berat untuk mendapatkan data yang akurat dan terpercaya langsung dari sumber atau objeknya di lapangan. Ketika berada di lapangan seperti ini, selain telah mengantongi keilmuan yang mumpuni, seorang geologis perlu membekali diri dengan persenjataan lengkap. Persenjataan dimaksud antara lain: peta, palu geologi, kompas geologi, lup, GPS, kamera digital, meteran, plastik sampel, alat tulis serta alat lapangan standard lainnya. Mudah-mudahan ada waktu untuk membahas satu per satu peralatan tersebut lain waktu. Silakan baca Bekal Seorang Geologis.

Di sinilah, kalau boleh dibilang, asyiknya berinteraksi secara langsung di alam terbuka, menguak rahasia alam yang secara awam tidak dapat didefinisikan. Artinya butuh ilmu atau bahkan jam terbang yang cukup untuk membacanya. Ketika kita padukan dengan ilmu agama akan berujung kepada suatu kesimpulan akan adanya tanda-tanda kebesaran penciptaan alam semesta oleh Sang Maha Pencipta. Alhamdulillah, aku bangga menjadi seorang Geologis…

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on April 26, 2012 in luasnya ilmu

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: